Surabaya - Tampuk pimpinan orang nomor satu di jajaran Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) bergulir. Jabatan Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur yang memiliki wilayah tanggung jawab perairan laut sangat luas mulai Jawa Tengah hingga Propinsi Papua itu, kini dijabat oleh Laksamana Muda TNI Among Margono, SE menggantikan pejabat lama Laksamana Muda TNI Ignatius Dadiek Surarto yang akan berpindah tugas sebagai Asisten Kasal Bidang Operasi (Asops Kasal).
Pelaksanaan serahterima Jabatan Pangarmatim dilaksanakan di Dermaga Koarmatim Ujung Surabaya, Senin (1/3), bertindak selaku Inspektur Upacara Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Agus Suhartono, SE.
Serahterima jabatan digabung dengan tiga jabatan strategis lainnya dilingkungan TNI AL, masing-masing Komandan Seskoal dari Laksda TNI Among Margono, SE kepada Laksda TNI Didi Setiadi, Gubernur Akademi Angkatan Laut (AAL) dari Laksamana Muda TNI Didi Setiadi kepada Laksamana Pertama TNI Bambang Suwarto dan Komandan Pusat Penerbangan TNI AL (Puspenerbal) dari Laksamana Pertama TNI Rudi Hendro Satmoko kepada Laksamana Pertama TNI Halomoan Sipahutar, M.SC,
Laksamana Muda TNI Among Margono, SE adalah Alumnus Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan-24 tahun 1978. Perwira Tinggi TNI Angkatan Laut bintang dua kelahiran Magetan, Jawa Timur 13 April 1956 ini, sebelumnya menjabat sebagai Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal).
Bapak 3 (tiga) putra/putri hasil pernikahannya dengan Ny. Dewi Ediwiati ini bukanlah orang baru di lingkungan Koarmatim, karena sejak dilantik sebagai Perwira TNI AL dengan pangkat Letnan Dua, beberapa jabatan di Koarmatim pernah diembannya. Penugasan pertamanya pada tahun 1979 di KRI Nuku, Komandan KRI Balikpapan.
Jabatan lain yang pernah diemban yaitu sebagai Komandan KRI Teluk Peleng-535, Komandan KRI Sultan Thaha Saefuddin, Komandan KRI Yohanes, Dirjian Seskoal, Dirdik Seskoal, Paban I Renstra Srena Mabesal, Wadan Lantamal IV Tanjung Pinang, Komandan Lantamal IV Tanjung Pinang, Waasrena Kasal, Komandan Seskoal, selanjutnya pada tanggal 1 Maret 2010 menjabat sebagai Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim).
Berbagai pendidikan militer yang pernah dijalani, antara lain Selapa Angkatan-3 tahun 1985/1986, Seskoal Angkatan XXXIII tahun 1995/1996, dan Lemhannas PPRA Angkatan-41 tahun 2008. Sedangkan tanda jasa yang diperoleh antara lain : Bintang Jalasena Nararya, Satya Lencana Seroja, Satya Lencana Gom VII, Satya Lencana Kesetiaan XXIV, Satya Lencana Kesetiaan XVI , Satya Lencana Kesetiaan VIII, dan Satya Lencana Dwidya Sistha II.
Dalam amanat Kasal mengatakan, dengan melihat kondisi dan konstelasi geografi Negara Indonesia dalam tatanan dunia modern dan dikaitkan dengan konsep geopolitik dan geostrategi Indonesia, tidak dapat memungkiri kenyataan bahwa Indonesia membutuhkan sebuah Angkatan Laut yang besar dan kuat. ”Seiring dengan hal tersebut kita bertekad untuk mewujudkan visi TNI Angkatan Laut kuat dan menjadi kebanggaan bangsa Indonesia,”kata Kasal.
Sebagai negara yang merdeka, lanjut Kasal, Indonesia harus mampu menjaga kedaulatannya demi menjamin pemanfaatan sumber daya bagi kesejahteraan rakyat Indonesia, serta menjaga martabat dan kehormatan negara di mata masyarakat dunia. Kedaulatan itu diimplementasikan dengan membuat peraturan perundangan-undangan nasional yang harus dihormati dan dipatuhi oleh siapa saja, termasuk dunia internasional.
Kedaulatan negara tersebut harus dijunjung tinggi dan ditegakkan oleh aparatur negara yang terkait. Dalam konteks tersebut secara universal, TNI Angkatan Laut juga mengemban tugas itu, yaitu menjaga kegaulatan dan keamanan negara di laut. Artinya, bahwa TNI Angkatan Laut khususnya Koarmatim dan Puspenerbal harus seutuhnya mampu melindungi wilayah dan mengamankan kekayaan alam bangsa Indonesia di laut.
Sehubungan dengan hal tersebut diatas, maka segenap jajaran Koarmatim dan Puspenerbal agar melaksanakan pembinaan kesiapan, peningkatan kemampuan serta kesiagaan operasional satuan secara utuh dan terpadu yang didukung sistem dab metode yang handal dengan tetap merujuk pada pembangunan TNI AL menuju kekuatan pokok minimum.
Disamping itu yang tidak kalah penting dan tidak boleh diabaikan serta harus disiapkan dalam membangun kekuatan dan kemampuan TNI AL ke depan adalah, pembangunan sumber daya manusia yang akan mengawaki organisasi TNI AL. Sehubungan dengan itu, AAL serta Seskoal memegang peranan yang sangat penting dan strategis. Karena ke dua lembaga ini merupakan lembaga pendidikan tingkat perwira. Oleh karena itu, ditumtut menghasilkan perwira-perwira yang profesional, jujur, berani dan pantang menyerah serta memiliki integritas dan etika moral yang tinggi.
Usai upacara parade serahterima jabatan, para undangan disuguhi demo display Genderang Suling Gita Jala Taruna Kadet Akademi Angkatan laut dan defile pasukan.
Sumber: Penerangan Armatim