Jakarta, DMC - Menteri pertahanan Purnomo
Yusgiantoro, Senin (1/3), menerima kunjungan kehormatan Panglima Angkatan
Bersenjata Singapura LTG Desmond Kuek di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta. Kedatangannya kali ini adalah
untuk berpamitan sehubungan dengan akan berakhirnya masa jabatannya sebagai
Panglima Angkatan Bersenjata Singapura yang telah diembannya selama tiga tahun.
Menhan Purnomo memberikan apresiasi atas kinerja dan usaha
Panglima SAF dalam membangun hubungan kerjasama yang baik diantara angkatan
bersenjata kedua negara. Menhan juga berharap walaupun dalam perjanjian
kerjasama pertahanan Indonesia-Singapura menemui beberapa kebuntuan, hal itu tidak
menghalangi kedua angkatan bersenjata untuk saling bekerjasama. Menurut Menhan,
hubungan kerjasama pertahanan kedua negara harus dilihat dari sisi yang lebih
luas.
Dijelaskan oleh LTG Desmond Kuek bahwa hubungan kerjasamanya
dengan TNI selaku petinggi Singapore Armed Forces (SAF) sudah terjalin lebih
dari 10 tahun. Hubungan kerjasama ini sangat kuat dan dalam berbagai bidang
kegiatan kerjasama pertahanan. Menurutnya kunjungan perpisahan ini sangat
penting baginya untuk memberikan apresiasi yang tinggi atas terjalinnya
kerjasama yang baik yang telah disumbangkan selama ini antara SAF dan TNI oleh
Panglima TNI dan segenap personel TNI.
Dalam kesempatan ini Panglima SAF juga memberikan ucapan
selamat kepada Menhan atas tugas yang diembannya selaku Menteri Pertahanan
dalam Kabinet Indonesia Bersatu II ini dan berharap dapat terus meningkatkan
hubungan baik dan kerjasama pertahanan antara kedua negara. Dan pihak SAF juga
berharap kemungkinan-kemungkinan baru kegiatan bersama kedua angkatan
bersenjata.
Dijelaskannya, dalam pertemuan sebelumnya dengan Panglima
TNI Jenderal TNI Djoko Santoso dibahas mengenai harapannya agar TNI dan
SAF dapat menjadi tuan rumah dalam latihan bersama bantuan kemanusiaan dalam
penanggulangan bencana yang diikuti oleh seluruh anggota Asean. Menurutnya,
pengalaman yang banyak dimiliki oleh TNI dan SAF mengenai penanggulangan
bencana dapat ditularkan kepada angkatan bersenjata negara-negara Asean lainnya
selagi tidak ada bencana yang terjadi. Sehingga ketika nanti kerjasama dalam
bantuan kemanusiaan penanggulangan bencana benar-benar dibutuhkan seluruh
angkatan bersenjata negara anggota Asean dapat lebih siap menghadapinya dan
dapat saling membantu diantaranya. (DAS/HDY)
DMC/RAFAEL