Jakarta, DMC – Komandan Militer Amerika Serikat Wilayah Asia Pasifik Laksamana Robert F. Williard memberikan apresiasi terhadap perkembangan reformasi yang dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI). Kedepan TNI diharapkan akan lebih profesional lagi melalui peningkatan kemampuan dan dukungan persenjataan. Apresiasi Laksamana Robert F. Williard tersebut disampaikannya saat melakukan kunjungan kehormatan kepada Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Senin (8/2) di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta.
Pada kesempatan tersebut, kedua pejabat negara membicarakan tentang peningkatan kerjasama bidang pertahanan antara Amerika Serikat dan Indonesia serta hal - hal lainnya yang menyangkut perkembangan keamanan global khususnya keamanan di kawasan Asia Pasifik.
Kedua belah pihak berharap bahwa kerjasama yang telah terjalin dengan baik antara kedua angkatan bersejata perlu terus ditingkatkan baik itu dalam rangka peningkatan kapabilitas personel militer maupun di bidang sosial budaya serta saling kunjung mengunjungi antar pejabat militer.
Kedua pejabat mengapreasiasi tentang DCA (Defence Cooperation Agreement) atau kesepakatan kerjasama pertahanan kedua negara yang sudah berjalan atau yang dalam proses untuk segera untuk dituntaskan karena menyangkut kepentingan kedua negara baik dalam rangka menigkatkan kapabilitas masing – masing angkatan bersenjata maupun mendukung kegiatan kerjasama kedua negara.
Laksamana Robert F. Williard menyatakan kekagumannya tentang kemampuan satuan militer Indonesia yang tergabung dalam Peace Keeping Operation yang selama ini kredibilitasnya cukup dibanggakan.
Lebih lanjut, dalam kesempatan yang baik tersebut Laksamana Robert F. Williard juga menanyakan kepada Menhan tentang pandangan strategis Indonesia mengenai keamanan global dan kawasan.
Menanggapi Robert F. Williard, Menhan menjelaskan Indonesia saat ini membutuhkan Angkatan Bersenjata yang kuat dalam rangka mendukung keamanan di kawasan Asia Pasifik maupun dunia secara keseluruhan. Hal itu menurut Menhan karena posisi geografis Indonesia yang sangat penting yaitu pada posisi diantara dua samudera dan dua benua. Kedua samudera yaitu samudra pasifik dan samudra hindia merupakan perlintasan pelayaran dunia baik untuk angkatan bersenjata, kapal - kapal ekonomi pengiriman barang termasuk juga oleh kelompok - kelompok yang melakukan kejahatan ilegal.
Dalam konteks tersebut maka Indonesia sangat membutuhkan penguatan angkatan bersenjata khususnya bagi TNI AL dalam rangka menangani stabilitas kawasan dan pengamanan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI). Karena keterbatasan kapal - kapal yang dimiliki TNI AL, sehingga perlu ditingkatkan kemampuannya.
Sementara itu, terkait dengan masalah - masalah ancaman, Menhan menjelaskan, Indonesia sampai dengan sepuluh tahun kedepan diperkirakan tidak ada ancaman strategis yang dihadapi seperti ancaman konvensional angkatan bersenjata.
Menurut Menhan, ancaman yang ada saat ini dan terus akan terjadi adalah berupa kegiatan - kegiatan illegal dan ancaman bencana alam yang diperkirakan akan terus terjadi di wilayah Indonesia di masa yang akan datang.
Dalam rangka penanggulangan bencana alam tersebut, Indonesia akan terus menguatkan peran - peran satuan penanggulangan bencana. Saat ini sedang dipersiapkan pembangunan markas pelatihan Peace Keeping Operation. Peace Keeping Operation ini bukan saja hanya untuk pengiriman pasukan perdamaian dunia di tempat - tempat konflik tetapi juga sebagai pasukan reaksi cepat penanggulangan bencana alam.
Terkait dengan peningkatan kapabilitas personel, Menhan berharap pihak pemerintah Amerika Serikat untuk memberikan kesempatan lebih banyak lagi kepada perwira – perwira militer Indonesia yang ingin bersekolah dan menambah wawasannya di Amerika Serikat. Saat ini siswa Indonesia yang mengikuti pendidikan di Amerika Serikat relatif sedikit apabila dibandingkan dengan negera negara di kawasan Asia Tenggara.
Saat menerima Komandan Militer Amerika Serikat Wilayah Asia Pasifik, Menhan didampingi Staf Ahli Menhan Bidang Keamanan Mayjen TNI Muchamad Nasrun, Dir Kersin Ditjen Strahan Kemhan Brigjen TNI (Mar) Ir. Syaiful Anwar, M.Bus,MA, dan Karo Humas Setjen Kemhan Kol. Kav. I Wayan Midhio. (BDI/HDY)
DMC/SAPARDI