1

     Languages



     Categories Menu
· Politik & Hankam
· Ekonomi & Hukum
· Iptek&Pendidikan
· Diplomasi Pertahanan
· Kesra & Personel
· Opini/Artikel
· Olahraga & Religi
· Berita TNI Pilihan
· Kliping Internet
· Jurnal
· Tanggapan Kasus

     Statistik
· Statistik


     Perpustakaan
Perpustakaan Dephan

     Sedang Online
Saat ini ada, 32 tamu

Hikmah Maulid Nabi Sebagai Teladan Meningkatkan Keimanan dan Ketaqwaan

Rabu, 26 Maret 2008

Jakarta, DMC - Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW bukan sekedar mengikuti tradisi masyarakat semata, namun yang lebih utama adalah upaya kita dalam menghayati dan memetik hikmah peristiwa Maulid Nabi Muhammad SAW, sebagai teladan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan anggota Departemen Pertahanan dalam rangka memantapkan pelaksanaan tugas.

Demikian dikatakan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Irjen Dephan Mayjen TNI Mar. Safzen Noerdin S.IP, Rabu (26/3) pada acara peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW Tahun 1429 Hijriah di Masjid At-taqwa Dephan, Jakarta.

Peringatan dihadiri sejumlah pejabat eselon I sampai IV dan seluruh personel Dephan yang beragama Islam. Peringatan kali ini menghadirkan penceramah Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia KH. Ma’ruf Amin yang menyampaikan hikmah dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Lebih lanjut Menhan Juwono mengatakan, kegiatan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW tersebut pada hakekatnya merupakan bagian dari upaya pembinaan rohani Islam bagi personel Dephan yang terdiri dari PNS dan TNI.

Maulid Nabi Muhammad SAW yang dikenal sebagai kelahiran Rasulullah merupakan suatu peristiwa bersejarah yang memberikan pencerahan bagi kehidupan umat manusia. Argumen dari peristiwa ini adalah memperingati hari kelahiran Rasulullah berarti juga mengagungkan risalah yang dibawanya.

Menhan mengatakan, dengan mendalami dan merenungkan kembali riwayat kelahiran maupun kehidupan Nabi Muhammad SAW, diharapkan kita semua mampu mencontoh keteladanan yang telah beliau tunjukkan. Keteladanan tersebut lanjut Menhan, baik sebelum diangkat menjadi Rasul yaitu lambang kejujuran, ketabahan dan kepercayaan, maupun sesudah masa Kerasullan beliau yang penuh dengan perjuangan dan pengorbanan demi tegaknya kebenaran, keadilan serta mewujudkan kehidupan yang disinari keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Sementara itu, Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia KH. Ma’ruf Amin dalam ceramahnya mengatakan, keimanan dan ketaqwaan seseorang terkadang bisa naik dan bisa turun, sehingga keimanan dan ketaqwaan seseorang diistilahkan mempunyai kadar dan derajatnya.

Apabila keimanan dan ketaqwaan seseorang sedang turun, maka mudah sekali terpengaruh dan terprovokasi hal-hal yang kurang baik, sehingga keimanan dan ketaqwaan perlu terus dijaga dan ditingkatkan.

Dijelaskan KH. Ma’ruf Amin, iman dan taqwa menjadi hal penting yang ditanamkan dan diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Dalam Al - quran juga disebutkan bahwa apabila penduduk dari sebuah negeri mereka beriman dan bertaqwa maka akan dibukakan kepada mereka keberkatan dari langit dan bumi. (BDI/HDY)






 
     Link Terkait
PERLUNYA REFORMASI BIROKRASI GUNA MEMBANGUN PNS DEPHAN LEBIH POTENSIAL
Pentingnya Kesadaran Bela Negara Menjadi Landasan Sikap Dan Prilaku Para Seniman Dan Budayawan
Penerimaan CPNS Dephan & TNI 2008
Penerimaan CPNS Dephan 2008

     Opsi

 Versi Cetak Versi Cetak







Biro Humas Setjen Dephan RI ©2007
Jl. Medan Merdeka Barat No. 13-14 Jakarta Pusat

KOTAK POS 2005 JAKARTA 10020
redaksidmc@dephan.go.id