|
| | Korea Selatan Tawarkan Kerjasama Jasa Pelatihan Bagi TNI AU | Selasa, 07 Juli 2009 |
|
Jakarta, DMC, Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono menerima kunjungan
kehormatan Duta Besar Republik Korea Selatan untuk Indonesia Kim Ho
young, Senin (6/7) di kantor Departemen Pertahanan, Jakarta.
Saat
menerima tamunya menhan didampingi oleh Dirjen Ranahan Dephan Marsda
TNI Eris Heriyanto, S.Ip, MA, Kabalitbang Dephan Prof. Ir. Lilik
Hendrajaya, M.Sc, PH.D, Karo Humas Setjen Dephan Brigjen TNI S
Hariyanto dan Karo TU Setjen Dephan Laksma TNI Agus Purwoto.
Dalam pertemuan tersebut dibicarakan beberapa hal tentang peningkatan
kerjasama di bidang pertahanan antara kedua negara, antara
lain tentang rencana kerjasama di bidang industri pertahanan, kerjasama
pelatihan, transfer of technology seperti pesawat tempur dan kapal
perang.
Disampaikan oleh Duta Besar Republik Korea Selatan, bahwa saat
Kepala Staf Angkatan Udara Korea Selatan berkunjung ke Indonesia
beberapa waktu yang lalu telah menyampaikan kepada Menhan Juwono,
bahwa Korea akan memberikan jasa pelatihan lanjutan pesawat terbang, negara-negara ASEAN termasuk
Indonesia.
Untuk menindaklanjuti hal tersebut pihak Korea Selatan
memerlukan suatu Lanud, dan meminta jawabannya atau tanggapannya dari
pihak Indonesia.
Menanggapi hal tersebut, menhan RI Juwono Sudarsono menjelaskan
hal ini sudah diusahakan dan koordinasikan oleh Dephan dengan Mabes TNI
khususnya dengan Mabes TNI AU termasuk kapan dapat dilaksanakan.
Lebih lanjut Menhan Juwono menjelaskan, Duta Besar Republik Korea
Selatan berkaitan dengan
kunjungan Presiden Korea ke Indonesia pada tanggal 6 Maret yang lalu,
yaitu dengan telah ditandatanganinya Letter of Intens antara Dafa dan
Departemen Pertahanan yaitu tentang kerjasama pembuatan pesawat fighter. Menhan
berharap dukungan program ini dengan adanya road map bersama,
sehingga dapat diikuti oleh intansi-instansi terkait seperti Bapennas,
Depkeu, Dephan dan mabes TNI.
Menhan juga berharap mudah-mudahan kerjasama ini, terdapat suatu komitmen
bersama untuk menentukan tahapan selanjutnya. Informasi yang diterima,
saat ini tahapan sudah memasuki pada tahapan visibility study sampai
pada bulan Juli, setelah itu ada design selama 3 tahun, dan
dilanjutkan dengan development selama 7 tahun. Sehingga pada
tahun 2020 mendatang diharapkan terdapat prototype 5 buah pesawat. “
Jadi kita perlu ada road map lebih kongkrit lagi”, tambah
Menhan Juwono. (BDI/HDY)
|
|
|
|
| |
| Link Terkait |  |
| Opsi |  |
|