1

     Languages



     Categories Menu
· Politik & Hankam
· Ekonomi & Hukum
· Iptek&Pendidikan
· Diplomasi Pertahanan
· Kesra & Personel
· Opini/Artikel
· Olahraga & Religi
· Berita TNI Pilihan
· Kliping Internet
· Jurnal
· Tanggapan Kasus

     Statistik
· Statistik


     Perpustakaan
Perpustakaan Dephan

     Sedang Online
Saat ini ada, 27 tamu

Korea Selatan Tawarkan Kerjasama Jasa Pelatihan Bagi TNI AU

Selasa, 07 Juli 2009

Jakarta, DMC, Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Republik Korea Selatan untuk Indonesia Kim Ho young, Senin (6/7) di kantor Departemen Pertahanan, Jakarta.
Saat menerima tamunya menhan didampingi oleh Dirjen Ranahan Dephan Marsda TNI Eris Heriyanto, S.Ip, MA, Kabalitbang Dephan Prof. Ir. Lilik Hendrajaya, M.Sc, PH.D, Karo Humas Setjen Dephan Brigjen TNI S Hariyanto dan Karo TU Setjen Dephan Laksma TNI Agus Purwoto.

Dalam pertemuan tersebut dibicarakan beberapa hal tentang peningkatan kerjasama di bidang pertahanan antara kedua negara, antara lain tentang rencana kerjasama di bidang industri pertahanan, kerjasama pelatihan, transfer of technology seperti pesawat tempur dan kapal perang.

Disampaikan oleh Duta Besar Republik Korea Selatan, bahwa saat Kepala Staf Angkatan Udara Korea Selatan berkunjung ke Indonesia beberapa waktu yang lalu telah menyampaikan kepada Menhan Juwono, bahwa Korea akan memberikan jasa pelatihan lanjutan pesawat terbang, negara-negara ASEAN termasuk Indonesia.
Untuk menindaklanjuti hal tersebut pihak Korea Selatan memerlukan suatu Lanud, dan meminta jawabannya atau tanggapannya dari pihak Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, menhan RI Juwono Sudarsono menjelaskan hal ini sudah diusahakan dan koordinasikan oleh Dephan dengan Mabes TNI khususnya dengan Mabes TNI AU termasuk kapan dapat dilaksanakan.

Lebih lanjut Menhan Juwono menjelaskan, Duta Besar Republik Korea Selatan berkaitan dengan kunjungan Presiden Korea ke Indonesia pada tanggal 6 Maret yang lalu, yaitu dengan telah ditandatanganinya Letter of Intens antara Dafa dan Departemen Pertahanan yaitu tentang kerjasama pembuatan pesawat fighter. Menhan berharap dukungan program ini dengan adanya road map bersama, sehingga dapat diikuti oleh intansi-instansi terkait seperti Bapennas, Depkeu, Dephan dan mabes TNI.

Menhan juga berharap mudah-mudahan kerjasama ini, terdapat suatu komitmen bersama untuk menentukan tahapan selanjutnya. Informasi yang diterima, saat ini tahapan sudah memasuki pada tahapan visibility study sampai pada bulan Juli, setelah itu ada design selama 3 tahun, dan dilanjutkan dengan development selama 7 tahun. Sehingga pada tahun 2020 mendatang diharapkan terdapat prototype 5 buah pesawat. “ Jadi kita perlu ada road map lebih kongkrit lagi”, tambah Menhan Juwono. (BDI/HDY)




 
     Link Terkait
Dephan Lanjutkan Pendayagunaan Produksi Dalam Negeri Pengadaan Alutsista TNI
Dephan Paparkan Produk Strategis Pertahanan Negara Dalam Rapim TNI 2008
RI - China Tindaklanjuti Kerjasama di Bidang Pertahanan
Pembangunan Kekuatan TNI Sesuai Kemampuan Anggaran

     Opsi

 Versi Cetak Versi Cetak







Biro Humas Setjen Dephan RI ©2007
Jl. Medan Merdeka Barat No. 13-14 Jakarta Pusat

KOTAK POS 2005 JAKARTA 10020
redaksidmc@dephan.go.id