1

     Languages



     Categories Menu
· Politik & Hankam
· Ekonomi & Hukum
· Iptek&Pendidikan
· Diplomasi Pertahanan
· Kesra & Personel
· Opini/Artikel
· Olahraga & Religi
· Berita TNI Pilihan
· Kliping Internet
· Jurnal
· Tanggapan Kasus

     Statistik
· Statistik


     Perpustakaan
Perpustakaan Dephan

     Sedang Online
Saat ini ada, 32 tamu

Pengelolaan Sumber Daya Alam Dan Buatan Sesuai Dengan Konsep Pertahanan Negara

Kamis, 28 Agustus 2008

Jakarta-DMC, Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Departemen Pertahanan (Dirjen Pothan Dephan) Prof. Dr. Budi Susilo Soepandji, D.E.A, mengatakan pengelolaan sumber daya alam dan buatan hendaknya tidak terlepas dengan konsep wawasan kebangsaan dan pertahanan negara. Pendayagunaan potensi sumber daya alam dan buatan untuk kepentingan pertahanan negara ditujukan untuk mendukung meningkatkan kekuatan dan kemampuan komponen pertahanan.

“Sumber daya alam dan buatan sebagai komponen pendukung dibentuk dengan tujuan untuk meningkatkan kekuatan dan kemampuan komponen utama dan komponen cadangan”, ungkap Dirjen Pothan Dephan dalam amanat tertulisnya yang dibacakan oleh Ses Ditjen Pothan Dephan Marsma TNI Suryanto S.IP, Kamis (28/8) saat menutup Bimbingan Teknis (Bimnis) Pendayagunaan Sumber Daya Alam dan Buatan (SDAB) Tingkat Pusat Tahun Anggaran 2008 di kantor Ditjen Pothan Dephan, Jakarta.

Lebih lanjut Dirjen Pothan mengatakan, pemerintah saat ini sedang menyusun Rancangan Undang Undang komponen cadangan dan RUU komponen pendukung pertahanan negara. Untuk prosesnya, RUU komponen cadangan dalam tahap legislasi, sedangkan untuk RUU komponen pendukung masih dalam proses interdep.

Dijelaskan Dirjen, komponen cadangan dibentuk dengan tujuan untuk memperbesar dan memperkuat kekuatan dan kemampuan komponen utama (TNI) dalam upaya penyelenggaraan pertahanan negara. Sedangkan komponen pendukung dibentuk dengan tujuan untuk meningkatkan kekuatan dan kemampuan komponen utama dan komponen cadangan yang unsur- unsurnya antara lain adalah sumber daya alam dan sumber daya buatan.

Untuk itu, Dirjen mengharapkan kegiatan koordinasi di tingkat pelaksana yang berkaitan dengan pendayagunaann sumber daya alam dan buatan agar dapat dilaksanakan lebih kooperatif lagi, sehingga hal-hal bersifat teknis seperti inventarisasi data potensi sumber daya alam dan buatan yang selalu menjadi kendala di lapangan dapat diatasi dengan baik demi kepentingan bangsa dan negara.

“Dengan adanya kemauan, kerja sama dan koordinasi yang baik antar departemen atau lembaga pemerintah non departemen serta instansi terkait akan bermanfaat bagi kepentingan bangsa dan negara”, tambah Dirjen.

Kegiatan Bimnis Pendayagunaan Potensi Sumber Daya Alam dan Buatan ini berlangsung selama tiga hari dan diikuti peserta sebanyak 84 orang yang berasal dari perwakilan TNI, Departemen terkait, BUMN dan perusahaan industri swata yang terkait dengan pengelolaan sumber daya alam dan buatan.

Kegiatan Bimnis ini diselenggarakan dengan maksud untuk menyamakan persepsi dan meningkatkan koordinasi teknis tentang pendayagunaan sumber daya alam dan buatan melalui koordinasi yang kooperatif dalam mengelola dan mendayagunakannya secara optimal dan diharapkan hasilnya dapat bermanfaat untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat dan juga untuk kepentingan pertahanan negara.(BDI/HDY)



DMC/SAPARDI



 
     Link Terkait
Era Globalisasi Berpengaruh Terhadap Pola dan Bentuk Ancaman Pertahanan Negara
Dampak Krisis Global Terhadap Sistem Pertahanan dan Keamanan
Sekjen Dephan Tinjau Pembuatan Panser di PT PINDAD
Universitas UPN Adakan Seminar Kewirausahaan

     Opsi

 Versi Cetak Versi Cetak







Biro Humas Setjen Dephan RI ©2007
Jl. Medan Merdeka Barat No. 13-14 Jakarta Pusat

KOTAK POS 2005 JAKARTA 10020
redaksidmc@dephan.go.id