Jakarta-DMC, Direktur Jenderal Potensi
Pertahanan Departemen Pertahanan (Dirjen Pothan Dephan) Prof. Dr. Budi
Susilo Soepandji, D.E.A, mengatakan pengelolaan sumber daya alam dan
buatan hendaknya tidak terlepas dengan konsep wawasan kebangsaan dan
pertahanan negara. Pendayagunaan potensi sumber daya alam dan buatan
untuk kepentingan pertahanan negara ditujukan untuk mendukung
meningkatkan kekuatan dan kemampuan komponen pertahanan.
“Sumber daya alam dan buatan sebagai komponen pendukung dibentuk dengan
tujuan untuk meningkatkan kekuatan dan kemampuan komponen utama dan
komponen cadangan”, ungkap Dirjen Pothan Dephan dalam amanat
tertulisnya yang dibacakan oleh Ses Ditjen Pothan Dephan Marsma TNI
Suryanto S.IP, Kamis (28/8) saat menutup Bimbingan Teknis (Bimnis)
Pendayagunaan Sumber Daya Alam dan Buatan (SDAB) Tingkat Pusat
Tahun Anggaran 2008 di kantor Ditjen Pothan Dephan, Jakarta.
Lebih lanjut Dirjen Pothan mengatakan, pemerintah saat ini sedang
menyusun Rancangan Undang Undang komponen cadangan dan RUU komponen
pendukung pertahanan negara. Untuk prosesnya, RUU komponen cadangan
dalam tahap legislasi, sedangkan untuk RUU komponen pendukung masih
dalam proses interdep.
Dijelaskan Dirjen, komponen cadangan dibentuk dengan tujuan untuk
memperbesar dan memperkuat kekuatan dan kemampuan komponen utama (TNI)
dalam upaya penyelenggaraan pertahanan negara. Sedangkan
komponen pendukung dibentuk dengan tujuan untuk meningkatkan kekuatan
dan kemampuan komponen utama dan komponen cadangan yang unsur- unsurnya
antara lain adalah sumber daya alam dan sumber daya buatan.
Untuk itu, Dirjen mengharapkan kegiatan koordinasi di tingkat pelaksana
yang berkaitan dengan pendayagunaann sumber daya alam dan buatan agar
dapat dilaksanakan lebih kooperatif lagi, sehingga hal-hal
bersifat teknis seperti inventarisasi data potensi sumber daya alam dan
buatan yang selalu menjadi kendala di lapangan dapat diatasi dengan
baik demi kepentingan bangsa dan negara.
“Dengan adanya kemauan, kerja sama dan koordinasi yang baik antar
departemen atau lembaga pemerintah non departemen serta instansi
terkait akan bermanfaat bagi kepentingan bangsa dan negara”, tambah
Dirjen.
Kegiatan Bimnis Pendayagunaan Potensi Sumber Daya Alam dan Buatan ini
berlangsung selama tiga hari dan diikuti peserta sebanyak 84
orang yang berasal dari perwakilan TNI, Departemen terkait, BUMN
dan perusahaan industri swata yang terkait dengan pengelolaan sumber
daya alam dan buatan.
Kegiatan Bimnis ini diselenggarakan dengan maksud untuk menyamakan
persepsi dan meningkatkan koordinasi teknis tentang pendayagunaan
sumber daya alam dan buatan melalui koordinasi yang kooperatif dalam
mengelola dan mendayagunakannya secara optimal dan diharapkan hasilnya
dapat bermanfaat untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat dan juga
untuk kepentingan pertahanan negara.(BDI/HDY)
DMC/SAPARDI