Jakarta, DMC - Direktur Jenderal
Potensi Pertahanan Departemen Pertahanan (Dirjen Pothan Dephan)
mengatakan, dalam era krisis panutan dan keteladanan saat ini,
keberadaan seniman dan budayawan adalah pilihan role model bagi
masyarakat. Oleh karena itu, penting kiranya kesadaran bela negara
menjadi landasan sikap dan prilaku para seniman dan budayawan sehingga
menyempurnakan keberadaannya sebagai pribadi yang pantas ditiru
dan dianut.
“Bimbingan Teknis Pendidikan Kesadaran Bela Negara (Bimnis PKBN) bagi
seniman dan budayawan dinilai sangat penting dan strategis, karena
seniman adalah public figure yang sikap dan prilaku serta perannya
seringkali menjadi perhatian bahkan menjadi trend setter bagi banyak
orang”, ungkap Dirjen Pothan Dephan Prof. Dr. Budi Susilo Supandji,
D.E.A, saat membuka Bimnis PKBN bagi Seniman dan Budayawan Tingkat
Pusat TA.2008, Selasa (8/7) di kantor Ditjen Pothan Dephan, Jakarta.
Hadir dalam acara pembukaan antara lain sejumlah pejabat eselon
II dan III di lingkungan Dephan.
Lebih lanjut Dirjen Pothan mengatakan, kesadaran bela negara ini akan
menjadi sempurna jika diikuti pula oleh para sutradara dan insan media
khususnya pertelevisian. Sutradara dan insan media memiliki peran yang
sangat penting dalam turut serta membentuk dan mendidik moral
masyarakat sebagai manusia yang berbudaya melalui tontonan atau suguhan
yang ditayangkan.
Menurut Dirjen Pothan, sudah saatnya untuk merubah mindset dengan tidak
hanya sekedar mementingkan aspek komersial semata, tetapi juga berpikir
dan bertindak untuk kepentingan yang jauh lebih besar yaitu
menyelamatkan mental dan moral masyarakat yang berkepribadian dan
berbudaya Indonesia sebagai cerminan jati dirinya sebagai bangsa
Indonesia. “Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mendapatkan suguhan
tontonan, akan tetapi juga tuntunan yang mendidik”, tambahnya.
Melalui kegiatan Bimnis PKBN ini, Dirjen mengharapkan dapat
menambah kualitas para seniman dan budayawan yang tidak saja
profesional dibidangnya akan tetapi juga berkarakter serta memiliki
kesadaran moral kebangsaan dan bela negara. Seniman dengan kualitas
inilah yang diharapkan oleh bangsa ini, guna membangun bangsa Indonesia
agar menjadi bangsa yang maju, berbudaya dan bermartabat, sehingga
mampu mewujudkan bangsa yang percaya diri, sejajar dan sederajat dengan
bangsa – bangsa lain di dunia.
Diakhir sambutannya, Dirjen Pothan mengajak para seniman dan budayawan
bersama – sama membangun kesadaran untuk senantiasa melalukan yang
terbaik bagi bangsa dan negara sesuai profesi masing - masing.
“Para peserta yang berasal dari seniman dan budayawan diharapkan dapat
berada di garis depan dalam turut menyelamatkan bangsa khususnya di
bidang budaya bangsa”, tambahnya.
Kegiatan Bimnis PKBN bagi Seniman dan Budayawan Tingkat Pusat TA. 2008
berlangsung selama satu hari dengan tema “ Peran seniman dan Budayawan
Dalam Bela Negara Sebagai Upaya Membangun Pertahanan Budaya bangsa dan
Keutuhan NKRI”.
Bimnis kali ini diikuti sebanyak 56 perserta, masing - masing antara
lain berasal dari, Persatuan Artis Film Indonesia, Yayasan Kreasi Artis
Indonesia, Persatuan Budayawan Tionghoa, Persatuan Karyawan Film dan
Televisi Indonesia, Sekar Budaya Nusantara dan beberapa unsur dari
pertelevisian nasional.
Selama mengikuti Bimnis, para peserta mendapatkan beberapa materi
antara lain tentang kebijakan dan strategi pembinaan potensi
pertahanan, tataran dasar bela negara, peran media massa dalam
pertahanan budaya bangsa Indonesia dan peran seniman dan budayawan
dalam pembangunan karakter dan jati diri bangsa sebagai upaya
pertahanan budaya Indonesia.
(BDI/PMK)
DMC/SAPARDI