Jakarta, DMC - Seorang pemimpin bangsa secara menyeluruh harus bisa mengemban kompetensi atau kapasitas yang termasuk kedalam area pengetahuan dan kejujuran atau kepercayaan termasuk kedalam area kemoralan.
“ Seorang pemimpin yang hanya memiliki kapasitas belum tentu dapat dipercaya kalau dia tidak memiliki integritas. Dengan kata lain adalah faktor kepercayaan dan faktor kapasitas harus seimbang dalam menerapkannya,” Ungkap Dr. Imam B. Prasodjo.
Demikian diungkapkan Dr. Imam B. Prasodjo kepada peserta Diskusi Panel Tahap II “The Future Defense Leaders Workshop 2010 “, Selasa (27/7) di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta. Imam B. Prasodjo adalah salah satu Panelis yang berbicara dengan mengangkat tema “ Membangun Kapasitas dan Karakter Pemimpin Bangsa di Masa Mendatang.
Lebih lanjut Imam menjelaskan terdapat beberapa hal penting didalam membangun kapasitas dan Karakter pemimpin bangsa di masa datang, salah satunya dengan mengerti makna dari kepemimpinan ataupun pemimpin.
Imam mengatakan berbicara mengenai kepemimpin sama artinya membicarakan kegiatan untuk menggerakan orang lain untuk ikut serta melakukan kegiatan terencana dengan didasari visi yang jelas. Keseluruhan dari hal tersebut dilakukan untuk mencapai perubahan yang nyata kearah kehidupan yang lebih baik dengan memberikan motivasi tanpa cara-cara pemaksaan.
“ Pemimpin itu kalau berbicara selalu memberikan inspirasi dan mengarah kedepan dan dia secara tidak sadar yang mendengarkan terserap kedalam diri pemimpin tersebut,”, tambahnya.
Faktor selanjutnya menurut Imam, adalah memahami jenis kapasitas dan karakter apa yang akan diperlukan dari seorang pemimpin bangsa didalam menjawab tantangan global dan tantangan nasional apa yang akan dihadapi.
“Capacity atau tingkat kemampuan ini digunakan untuk membaca perubahan-perubahan politik nasional dan global, dan ini harus dilakukan terus-menerus ditengah-tengah tantangan multidimensional,” kata Imam.
Imam juga menambahkan sehubungan dengan membangun kapasitas selalu berkaitan dengan aktivitas yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan seseorang atau kelompok dalam berpartisipasi ataupun dalam mengelola perubahan.
Implementasi dari pembangunan kapasitas bisa bersifat personal atau pada tingkatan individu dalam kaitannya human resource development, dan juga bersifat institusional atau pada tingkat organisasi. Karena organisasi itu sangat mempengaruhi bagaimana kapasitas seseorang itu dapat berkembang.
Diskusi Panel Tahap II pada saat ini dipandu oleh Moderator Dr. J. Kristiadi yang juga menampilkan 4 panelis yang berasal dari pakar Ilmu yang berbeda. Adapun Panelis lainnya yang tampil, adalah Dr. Anhar Gonggong, Prof. dr. Salim Said, dan Letjen TNI (Purn) TB. Silalahi.
Sebelumnya pada diskusi panel I dengan mengangkat tema Analisa Lingkungan Strategis: Posisi, Peluang dan Tantangan Indonesia dilaksanakan di kantor Kemhan serta menampilkan beberapa pembicara, seperti Prof. Dr. Juwono Sudarsono, Prof. Dr. Sabam Siagian, Letjen TNI (Purn) Rais Abin dan Prof. Dr. Hasyim Jalal. (MAW/PGN).